ugeng rawuh di Komunitas Mangun Semi. Komunitas Mangun Semi memiliki tradisi yang panjang dalam keterlibatannya dengan dunia kesenian dan budaya. Semula hanya sekedar sekumpulan mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tinggal dan hidup bersama, namun lambat laun iklim kesenian mulai masuk pada komunitas ini pada awal tahun '80-an. Sejak saat itu, secara tidak langsung iklim tersebut turut membangun semangat kesanggaran seperti yang pernah menjamur di era '60-an. Boleh jadi komunitas ini merupakan sisa-sisa kehidupan sanggar yang hampir punah dari kehidupan kesenian di Jogja saat ini.
Dalam perjalanan waktunya berbagai kegiatan baik formal maupun tidak formal pernah dilakukan di sini seperti, teater, musik, seni rupa, seni tradisi (macapat dan ritualan), dll dengan bendera yang berbeda-beda, seperti Ngawu Awu Langit, Cafe de Roses, PPA Al Mangun, Pabrik Tontonan, dan yang terakhir Komunitas Mangun Semi.
Dalam kaitannya dengan seni rupa, komunitas ini pernah menjadi bagian dari kegiatan Unit Seni Rupa Universitas Gadjah Mada, yaitu KBS (Kelompok Bulak Sumur), karena hampir sebagian besar penghuninya melakukan aktivitas dan menjadi anggota KBS.
|
| 
Saat ini komunitas tengah berupaya untuk meneruskan dan menumbuhkan tradisinya yang dilandasi oleh semangat komunitas dalam bentuk institusi yang lebih formal dengan nama "Komunitas Mangun Semi", berusaha memberikan ruang yang sanggup mengakomodasi kegiatan budaya dan memberi kontribusi kepada masyarakat sekaligus memberi ruang berekspresi untuk lebih menyadari bahwa
" ... kehidupan adalah ruang bersama yang saling tidak menindas..."
Disamping kegiatan sketsa yang direncanakan akan menjadi agenda tahunan, komunitas ini mempunyai kegiatan rutin berupa "Tour de sketch," yaitu kegiatan bersama untuk merekam berbagai aktivitas kehidupan masyarakat, diskusi seni rupa setiap Jum'at malam, dan acara-acara yang lain yang serupa.
|