Kreatifitas adalah dunia tanpa batas. Adagium ini sekali lagi diwujudkan oleh Haryo Pinandhoro, salah seorang (eksponen) personil KMS yang kini menetap di Denpasar, Bali. Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Arkeologi UGM ini menunjukkan jati diri & talenta sebenarnya lewat sampel karyanya yang ditampilkan di website KMS ini. Ia memberi tema pada projectnya ini dengan istilah GESTURE. Menurutnya pada hakikatnya alam semesta ini adalah gesture,
dan gesture direspon bebas oleh yang menerimanya. Demikian juga dengan enam gesture karyanya yang ditampilkan di sini dirancang dengan
tidak memiliki gagasan berhasil ataupun gagal. Ia
cukup hanya meyakininya saja.
Jika Anda memperhatikan dengan seksama karya-karya Haryo, Anda akan menemukan sesuatu yang lain di balik karyanya itu. Pada beberapa karyanya dia lebih condong ingin 'menggugat' sesuatu, bukan hanya terfokus pada sudut artistik grafis itu sendiri. Sebagai contoh, karyanya yang berjudul Makin Love Jogja: Lidahmu Itu Wajahmu yang memperlihatkan sepasang muda-mudi yang berciuman mesra tanpa merasa risih di jalan umum penuh orang, menjadi penegasan bahwa memang telah terjadi dekadensi moral di seluruh negri ini, termasuk di kota Jogja tentu saja.
Untuk melihat karya gesturenya secara lengkap silakan klik link berikut ini: Gallery Grafis.
|
Satu lagi salah seorang punggawa KMS melakukan kreativitas berkesenian di luar bidang utama yang selama ini digelutinya. Birul Sinari Adi menunjukkan talentanya tidak kalah dengan rekan-rekan komunitas lainnya. Diawali dengan berkesenian lewat media pena & kertas yang melahirkan beberapa karya sketsa serta drawing yang monumental, lalu mengembangkan sayap kreatifitas dengan melakoni dunia penulisan naskah skenario, berikutnya ia kini lagi asyik mengeksplorasi talentanya dalam dunia jepret kamera alias berkarya di dunia fotografi.
Bagi yang ingin melihat beberapa portofolio karyanya, silakan klik link berikut ini: Gallery Foto.
|